
Bahagianya bisa temani anak beraktifitas

Bahagianya bisa temani anak beraktifitas

Antara doa dan harapan
by Alexander Pushkin
The wondrous moment of our meeting . . .
I well remember you appear
Before me like a vision fleeting,
A beauty’s angel pure and clear.
In hopeless ennui surrounding
The worldly bustle, to my ear
For long your tender voice kept sounding,
For long in dreams came features dear.
Time passed. Unruly storms confounded
Old dreams, and I from year to year
Forgot how tender you had sounded,
Your heavenly features once so dear.
My backwoods days dragged slow and quiet —
Dull fence around, dark vault above —
Devoid of God and uninspired,
Devoid of tears, of fire, of love.
Sleep from my soul began retreating,
And here you once again appear
Before me like a vision fleeting,
A beauty’s angel pure and clear.
In ecstasy the heart is beating,
Old joys for it anew revive;
Inspired and God-filled, it is greeting
The fire, and tears, and love alive.

Dimas yang ga pernah bisa diam....
Dimas dengan aktivitas di Sekolah Dolannya…bahkan dia tidak ingin meninggalkan sekolah dolannya saat mama mengingatkan dia untuk belajar agar bisa sekolah di MIN Malang I. Dengan Miss Endah yang sangat telaten mengikuti perkembangannya. Terima Kasih Miss Endah yang penuh perhatian, maaf dengan kenakalan Dimas. Terima kasih Miss Endah dengan hadiah yang telah diberikan untuk Dimas, wah..dipake..dicuci..dipake..dicuci..sampai bajunya capek..dipake tiap hari…

Kamu bisa mas...!
Mama bahagia bisa temani Mas Dandy Outbond, meski harus malu ijin meninggalkan tugas dan pekerjaan. Bisa merasakan ketakutan, keceriaan , dan kebanggaan Mas Dandy dalam melakukan aktifitas…Maaf mama yang sangat kurang memiliki kesempatan bermain bersama Mas Dandy, Dimas, Dinda.
Disaat mereka membutuhkan kita, kita disibukkan dengan pekerjaan dan anak-anak kita. Tak adakah sedikit saja waktu untuk mereka…meski hanya sekedar Doa..?

Mendampingi siswa siswi kelas 6 sholat dhuhur, disebelah saya duduk dengan tafakur salah satu siswi. Saya tengok sebentar, kemudian saya lirik sajadahnya…dalam hati berkata…”Hmm..sudah waktunya ganti sajadah, dan berpikir kasihan..mungkin belum punya untuk beli yang baru…dan terlintas ingin menukar sajadah yang saya miliki dengan miliknya…sambil dalam hati merasa bersyukur karena Allah melebihkan saya dari dia karena saya berfikir sajadah saya lebih bagus”. Sejenak Iqamah dikumandangkan, tiba tiba hati saya bergetar dan muncul gambaran dalam hati dan pikiran…”Bisa saja sajadah siswa tadi sudah tipis karena dia sering duduk diatasnya untuk bertafakur…bisa saja sajadah itu rusak beludrunya karena sering digunakan sholat sunah..bisa saja sajadah itu sering digunakan untuk bersujud kepada yang Maha Pengasih dan Penyayang” sambil memandang sajadah yang saya miliki dan sesekali melirik sajadah itu, saya menangis dalam hati..Yah..saya menggunakannya hanya tidak lebih dari 10 menit setiap sholat karena sedikit berdzikir dan bertafakur…saya menggunakannya kadang hanya untuk sholat yang wajib-wajib saja karena terpikir masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan..saya bahkan pernah lupa sholat wajib karena mengutamakan dunia, pekerjaan, hiburan, dan sebagainya… Saat takbir Shalat dikumandangkan Imam, saya tidak bisa menahan gejolak hati saya..tidak bisa menahan air mata…karena bisa saja diumur saya yang sudah beranjak senja…amalan saya jauh dibawah siswi saya yang masih sangat muda tadi..dan kelak mungkin sajadahnya menjadi saksi ketaqwaannya.Sementara saya telah mensia-siakan waktu. Akhirnya cuma bisa menangis…bahkan sampai saat dzikir…saat sholat sunah. Malu pada diri sendiri…dan hanya bisa memohon Rahmat Allah memaafkan dosa dan khilaf…
Kehidupan satu hal yang harus dilewati dengan segala aktifitas yang memiliki nilai-nilai dan dapat merubah pola berpikir dan bersikap untuk mencapai tujuan hidup.
Kehidupan berawal dari ada, rasa, pikir, karya.
Kehidupan indah bila ikhlas menjalani, berbuat dan mensyukuri apa yang menjadi takdirnya.
Bersyukur untuk yang memberi hidup…